Kamu dan Buku

 Membaca itu tidak selalu membuat fresh. Terkadang bikin ngantuk. Ini penting aku katakan agar kamu berada di posisi ini tidak aneh. Bikin mood rusak. Bikin mengantuk dan bikin gak mau. Itu seperti kamu. Ya kamu, yang membaca tulisan ini. Kamu yang diam-diam membaca, tapi bingung mau berkomentar atau mau diapakan ini tulisan.

Misalnya, aku lagi baca buku yang tebalnya 800 halaman. Itu butuh effort banget. Harus terhafa dan fijys. Itu seperti yang kita perjuangkan, ya, fokus, tapi kadang bikin mumet juga.

Kata orang, membaca itu aktivitas orang kaya. atau orang terpelajar. Sedang menurut aku, itu aktivitas orang yang nyari kesibukan atau memang betul butuh pengetahuan untuk mengobati keinginanmu. Segala sesuatu harus diungkapkan, katanya, ya begitu juga kamu dan semua perasaan yang ada.

Mmebaca kadfamng seprti iyu. Kalau mau isinya dan bisa mengecup madunya, kamu harus mau turn dan mengali dengan penuh kesungguhan. Kalau cuma lihat, dia membayangkan uang dan cuma imajinatif saja. Iya, Tisa, membuahkan hasil apa-apa.

Bukan salah kamu, yapi mungin haru sbeguityu saja reasiltasnya. 

Buku itu lautan pengetahuan yang dalamnya pasti luas. Kalau kamu apam ya begitu, dengan berbagai rasa dan keterkejutan yang kadang bikin penasaran. Bukjan tentang Fiski itu, taoi tentang makna yang tersirat dalam torehan perasaan.

Kata orang, buku itu pembukaan cakrawala dan kamu pembukaan haru untuk memuaskan tanya. Katamya sih begitu. Aku tak tahu. Yang aku tahu, manusia ini memang unik. Kita diberi perasaan oleh Allah untuk menikmati anugerah tercinta di bumi, namun di saat yang sama Allah memberikan nalar untuk mengelola semua itu, adapun memang normal atau yaido.

Ini menari secara tidak langsung bahwa Allah ingin memberitahu kami agar tahu betapa Allah mahabijaknya memberikan kekuatan berpikir dan bersikap kepada kami.


Posting Komentar

0 Komentar