Membicarakan Film Horor Judulnya Makmum (2019)

 

film yang tayang di 2019. 

Malam ini saya menonton fim horor. Judulnya Makmum. Seri 1 dan seri 2. Menceritakan pengalaman kalau kita salat malam sendiri, biasanya sulit khusyu karena di belakang ada setan Dasim, setan yang suka mengaganggu orang ibadah. Pemain utamanya Titik Kamal. Seram, tentu saja. Namanya film horor, apalagi saya merasa kurang mental untuk menonton film begini.

Tapi saya tertantang untuk melawan rasa takut itu. Apa sih rasa takut itu dan bagaimana cara melawannya. Benar saya takut, tapi itu kan hanya film. Katakan saya takut sama film itu, terus bagaimana dengan pemain-nya? Seharusnya mereka yang lebih takut karena nanti bakal dibayangi adegan horor, tapi sepertinya biasa saja.

Untuk jadi film utuh butuh waktu dan proses tak lama. Akting-nya pun bukan main-main butuh penghayatan dalam dan desain suara yang tidak mudah untuk menambah kehororan-nya. Ya, itu film tapi karena semiografi begitu mencekam seolah nyata.

Dari sini aku menangkap pesan, kita memang punya rasa takut tapi rasa takut jangan sampai kelewat batas. Kita punya pasti takut pada setan, tapi al-Qur'an mengatakan kita yang lebih kuat darinya.

Ada ungkapan menarik dari Syaikh Fethullah Gulen, kalau benar setan itu sejelek itu sebagaimana film menampilkan tentu kita tidak mudah tergoda olehnya. Bagaimana sebagian kita mudah jadi budak dan hamba setan pasti dipikir kita godaan setan itu indah dan makhluknya jauh lebih indah demi menipu hamba-Nya yang ikhlas berjalan di jalur kebenaran.

Di buku Isa Musa Ya'kub (?) menyoal dunia jin, yang mana itu hasil wawancaranya langsung dengan makhluk tersebut. Ada pengakuan menohok dari bangsa jin, katanya apa yang manusia gambarkan soal jin, setan, demit atau iblis tak semengerikan itu. Ada distorsi berlebihan seolah bangsa jin paling hebat, paling menakutkan dan hal magis lainnya.

Padahal di surat Jin sudah jelas diterangkan bahwa jin seperti manusia pula, ada yang lemah pun ada yang kuat. Kalau ada dari mereka yang kuat, maka itu karena ada yang menguatkannya, yakni mereka yang mau bersekutu dengan mereka. Akhirnya manusia itu pun kerdil tanpa sadar disetir oleh makhluk halus.

 Nah, kalau kita masih merasa takut terus, apanya yang salah dan mana yang perlu kita benarkan? (**)

Pandeglang, 15 Januari 2025   01.46

Posting Komentar

0 Komentar