| ilustrasi dari Media Indonesia.id. |
Seorang anak berkata padaku, "kapan kita akan mengadakan pelatihan pidato pun qori seperti di majelis lain."
"Kalau kita sama begitu, apa itu bukannya bersaing?"
"Bukanlah, kan kita mah emang lagi belajar, bukan bersaing."
Aku tersenyum dengan jawaban itu. Tentu menghargai pola pikir yang menurutku sudah baik, karena melihat perbedaan bukan sebuah masalah tapi sebuah kenyataan.
Namun soal pelatihan itu, aku agak kurang menarik. Bukan karena takut bersaing, faktanya aku lebih dulu melaksanakan itu 12 tahun lalu di rumah. Cuma tak berlanjut karena ada satu dan hal lain yang tak bisa aku ceritakan di sini.
Terus bagaimana?
Aku tertarik membuat gerakan yang lebih fundamental, yakni gerakan membangun literasi. Basic-ku agak suka menulis dan sedikit membaca buku. Oleh karenanya, aku ingin membuat komunitas literasi.
Sudah lama ini aku godok, pun disampaikan pada yang lain adik dan teman komunitas literasi. Hanya saja sampai kini belum terealisasi dengan nyata. Semua sampai di gagasan belum ada arah aplikasi nyata.
Hari ini kita berada di era digital. Anak-anak tidak bisa lagi terpilah oleh kemajuan. Mereka bagian dari itu, maka perlu adanya pembekalan diri dan keterampilan diri. Harus ada sikap berbasis pengetahuan.
Kalau anak terus dilatih untuk "berani bicara" di depan umum tanpa pembekalan ilmu yang cukup, kerapkali terkena latah dalam bersikap. Saat ada tren ini, iya ikut. Kalau ada tren lain pun sama-sama ikut. Akhirnya, ia jadi pengekor sejati bukan sosok yang mampu bersikap mandiri.
Di titik ini, bukan maksud memandang sebelah mata atas ikhtiar lain, harus ada perombakan selangkah lebih lagi. Anak diberi kesadaran untuk aktif, tetapi diberi pembelajaran agar mampu menganalisis secara sederhana apa yang ia katakan untuk dilaksanakan.
Oleh karena itu, proses pembelajaran apalagi yang efektif memantik semangat belajar anak-anak agar survive dengan kemajuan dunia sekarang? Ini perlu kita rumuskan agar lahir anak yang cerdas secara intelektual juga spiritual. Bukankah begitu? (**)
Pandeglang, 26 Oktober 2025 16.58
0 Komentar
Menyapa Penulis