kasihan Pada Mereka yang Mati Duluan

sumber: ilustrasi fB.


Kita sering berpikir pada mereka yang duluan wafat, seolah itu perlu dikasihani. Matinya mereka perlu banget kita komentari : 

kasihan ya wafat di usia muda, padahal masih banyak harapan bisa ia lakukan di masa mudanya.

kasihan ya, kemarin masih hidup, sekarang sudah wafat saja. Tidak bisa menikmati yang kita rasakan.

Padahal, kalau dia masih ada bisa menikmati hasil juangnya. Kasihan ya, udah mati saja.

Kalau ada dia, mungkin gak begini. Setelah dia pergi kok begini. Harusnya dia gak pergi secepat ini, barangkali dia bisa mengubah apa yang kita rencanakan.

Kita lupa, mati adalah kepastian. Waktu yang mereka sudah berakhir, dan kita berpikir, itu amat menyesakkan. Tanpa kita sadari, mungkin saja di jauh sana mereka yang kasihan kepada kita.

Kita hidup terpisah dimensi dengan mereka. Ada hijab nyata memisahkan kita, tapi bagi mereka, hijab itu terlihat nyata. Mereka bisa melihat kita. Tahu yang kita rasa dan pikirkan.

Saat kita merasa kasihan kepadanya, jangan-jangan ia yang kasihan kepada kita. Kita yang acapkali lalai. Kita yang sering "merasa benar" di dasar hati ada pikiran picik yang kita sembunyikan. Kita merasa pilu tapi itu hanya pura-pura demensi palsu.

Mereka sudah terpisah dengan dunia dan tahu arti amal di dunia seperti apa. Lah, kita siapa, merasa spesial dengan pikiran kita yang masih polos.

Seharusnya, sebelum berpikir kasihan pada mereka. Kita perlu merasa kasihan kepada diri kita. Apa kita sudah sebaik itu? Apa kita punya hak dihormati. Tak peduli selebaran sibuk kita mereka tetap ingin dihormati

Posting Komentar

0 Komentar