| ilustrasi tengah ronda. (Sumber: panjangrejo.bantul.id) |
Malam ini jadwal aku ronda. Badan serasa lain, agak demam. Ini malam ke empat aku kebagian tugas, biasanya jam 12-an malam baru ikutan gabung ke pos ronda.
Ronda itu sebuah ikhtiar menjaga keamanan warga. Memastikan dengan bergotong royong. Kebiasaan begini sudah lama, dan ini bagian dari budaya bangsa kita.
Aku merasakan itu, walau harus kena angin malam dan bergadang. Walau pun menjelang subuh sering ketiduran juga. Habisnya mata tak bisa dibawa ajak kerja sama.
Malam ini setengah jiwaku demam, dan kasihku pasti memarahiku kalau tahu keadaan begini. Lucu emang sih dia mah, aku yang demam tapi dia yang paling rewel dan ujungnya aku kena omelannya. Dan aku suka dia begitu, tandanya dia perhatian. Hihi.
Aku tuh melihat dia seperti diriku yang lain, dia tahu inginku dan berusaha memahami itu. Aku pun begitu sih. Walau pun sering debat dan adu kerewelan ujungnya memang aku kalah. Mengalah agar dia gak ngambek. Hihi.
Sikap perempuan itu memang aneh, dia yang memulai dan kadang dia pula yang menyimpulkan sendiri. Kita hanyha bingung dan heran, tapi emang lucu dan gemas melihatnya. Itu lah kenapa sebagian orang bucin sama pasangannya, karena memang begitu, cinta butuh pelampiasaan.
Kalau bukan sama pasangan kamu, lah sama siapa lagi?
Eh, kok bahas si manis sih, padahal lagi bahas ronda. Hihi. Ronda itu mungkin makna lain dari ronde (?) artinya berkeliling. Berkeliling mengecek lingkungan sekitarnya, apa ada yang hal mencurigakan atau tidak.
Kalau ronda tak berkiling, cuma duduk dan tiduran saja di pos ronda, namanya bukan lagi ronda tapi lagi rebahan. Cuma pisah tempat, biasanya di rumah sekarang pindah ke tempat lain.
Tapi ronda ternyata nama lain kota di Spanyol. Oalah begitu. Ronda, apa ada juga di negara lain? Lucu mungkin kalau di Barat ada sistem ronda kayak di kita, mungkin mengurangi angka kecanduan pada miras dan seks bebas.
Ngomong-ngomong, malam ini hujan lagi deras membasahi bumi. Dingin pasti. Tapi lebih dingin mana saat kamu tak lagi berbaju dan sendiri di alam kubur sana. Tobat! Tobat! (*)
Pandeglang, 11 November 2025 22.34
0 Komentar
Menyapa Penulis