Puasa Keempat di Ramadan 2026

poster di akun m

Tahun ini adik bungsu saya tepat terakhir belajar di SD. Tiada lama lagi ia akan selesai menempuh pendidikan dasarnya. Oleh karenanya, saya, emak dan kakaknya yang lain tengah mempertimbangkan, akan ke mana gadis manis itu akan disekolahkan? Berbaris agamakah atau umum? Atau ke boarding school yang pastinya bakal membutuhkan effort yang lumayan. Atau justeru bakal ke pondok biasa saja. Atau pilihan terakhir, sekolah' biasa dan pulangnya ke rumah.


Memang ada keinginan sebagian anggota keluarga memberangkatkan gadis kecil kami itu ke pondok. Sejauh ini, ada dua pondok semi modern yang kami sorot. Pertama, tidak jauh dari rumah. Sekitar 5kg. Pesantren agak baru, fokusnya tahfidz Al-Qur'an. Saya sudah sempat survey itu pondok, cukup bagus juga walaupun jaraknya agak pedalaman. Terlihat rapi dan unik.

Kedua, tempatnya di Serang dekat kampus Untirta Sindang Sari. Kalau ini saran dari tetangga kampung kami, yang anaknya mondok di sana. Katanya, kualitasnya bagus dan bersahabat untuk biayanya. Namun, aku belum tahu seperti apa wujud nyata aktivitasnya di sana. Singkatnya, keduanya masih jadi diskusi untuk dipertimbangkan akan ke mana berlabuh pilihannya.

Makin ke sini justeru Emak yang agak simalakama. Kalau si bungsu jadi mondok, Emak merasa keberatan karena butuh teman keseharian. Ada aktivitas yang hanya anak perempuan bisa memahami. Meski pun, sudah ada adik perempuan lainnya, entah kenapa emak merasa kurang plong melepas si bungsu mondok.

Sejauh ini, si bungsu sendiri tak berkomentar apa-apa terkait rencana-rencana di atas. Dia masih senang dengan dunianya. Dunia maya dan masa menuju remajanya. Kalau pun dipinta pendapat pribadinya soal ke mana akan belajar, jawabnya masih emoh tanpa kepastian.

Sebagai kakak, aku memang berharap adikku bisa merasakan dinamika pesantren seperti apa. Di sana bakal terlatih dan belajar hal soal kemandirian, intelektual, dan keaktifan mengembangkan potensi dirinya. Ada upaya signifikan menggali sumber hukum Islam dan mempelajari perkembangan tradisi keislaman.

Namun, apa nyana, akhirnya pilihan akan ditentukan olehnya dan pemegang keputusan mutlak di rumah. Suara kami kakaknya bakal jadi pertimbangan Emak, suara mayoritas mana yang bakal didengar.

Akhirnya, harap aku kalau anak itu mau mondok dan Allah beri kemudahan dalam proses studinya, beharap memberikan mahkota kemuliaan buat bapak di alam sana. Sebab kita tahu, sebaik harta dunia yang begitu besar adalah anak-anak Soleh yang mampu mentaati Allah dan berusaha memperbaiki kualitas dirinya.

Posting Komentar

0 Komentar