| Penulis tengah memberi intruksi ke jubir ketua (dokpri) |
Selesai juga berkutat dengan berkas-berkas terkait laporan pertanggungjawaban keuangan acara maulid nabi di kampungku. Kemarin, 29 Agustus 2026/Rabiul awwal 1448 Hijriah. Tinggal konfirmasi ke ketua untuk di-acc. Setelahnya tinggal disebarluaskan ke masyarakat.
Apakah nanti akan ada yang vokal mengkritisi acara kemarin? Misalnya terkait anggaran, atau pun proses acara di hari H yang belum maksimal. Anggaran yang kami sudah pos, mungkin saja ada yang membuat warga bertanya-tanya: bernarkah ini digelontorkan ke sana? Mungkinkah tepat sasaran? Atau, hanya kamuflase belaka?
Aku rasa, sebagai bagian dari panitia pelaksana, mungkin saja terjadi. Puas atau tidaknya orang dengan kinerja kami, sejatinya kembali ke warga itu sendiri. Mungkin kami mengklaim semua sudah puas dengan kinerja kami, padahal di luar sana ada yang masih gregetan terkait sebaran yang kami lakukan.
| Berkas-berkas maulid. |
Kami sudah melakukan apa yang kami bisa. Kami akan berusaha semampu kami. Ketika ada kekurangan, itu wajar sebagai ladang evaluasi. Khususnya untuk kami, selebihnya untuk pengurus selanjutnya agar lebih baik lagi.
Dua periode pelajaran istimewa. Banyak hal yang aku dapatkan. Bagaimana latihan mengelola ego agar tidak bablas? Berusaha mendengarkan aspirasi orang-orang yang selama ini suaranya tidak didengarkan? Dan, berusaha menyatukan satu pikiran dari banyak pikiran di kampung kami.
Semuanya tidak mudah.
Alhamdulillah, atas inayah-Nya, Allah memberikan kemudahan kepada kami. Memang tidak banyak hal yang bisa kami lakukan. Sejatinya, kami melanjutkan program sebelumnya yang sudah bagus dan berusaha memperbaikinya lagi agar lebih bagus lagi.
Ada banyak ide dan gagasan, begitu pula saran yang kami dengar. Namun, semuanya tak bisa kami aplikasikan. Lagi-lagi terkendala anggaran dan waktu yang sepertinya belum cocok untuk kami lakukan.
Akhirnya, hanya kepada Allah kami berharap. Semoga ikhtiar kami dan seluruh warga, mendapatkan rahmat Allah dan membuat bangga Nabi Muhammad di alam sana. Bangga, ternyata umatnya di akhir zaman masih setia memelihara tradisi yang ada. Wallahu'alam. (*)
Pandeglang, 23.10 03/09/2026
0 Komentar
Menyapa Penulis