| Mubalig dan Panitia Maulid 2026. (dokpri) |
Selesai sudah tugas kepanitiaan tahun ini. Puji syukur ke hadirat Allah, acara berjalan lancar. Terasa sekali kekompakan terlihat. Berpadu dan bersatu padu menampilkan rasa gembira atas lahirnya Baginda Nabi Muhammad saw.
Cukup melelahkan.
Meski pun bukan kali pertama berada di kepengurusan, tahun ini terasa cukup berat. Dari insiden keuangan yang penuh lika-liku sampai bentroknya jadwal belanja. Belum jadwal harian yang dan hal lainnya.
Kalau dikata bahagia, tentu saja. Dengan ikut menyukseskan acara, aku menandakan bahwa ada kemanfaatan yang bisa aku berikan untuk lingkunganku. Yakni, masyarakat di mana aku tinggal dan tumbuh.
Setidaknya, aku mecatata beberapa hal garis besar:
Totalitas dan Loyalitas Ketua Pelaksana
Tugas dan wewenang ketua pelaksana (dalam hal ini, Pak RT Mahdum) sangatlah sentral. Karakternya yang vokal terkadang salah dipahami oleh orang yang kurang suka dengannnya. Seolah itu bentuk kemarahan dan kebablasan.
| Ketua Pelaksana. |
Padahal aku tahu betul, itulah bentuk tanggung jawabnya agar rencananya yang direncanakan dicapai. Misalnya, soal anggaran, berkali-kali beliau mengatakan agar aku transparan dan hati-hati.
| Om Panji dan RT Jamju pengurus sebelumnya. |
Sekecil apa pun, pengeluaran harus dicatat. Begitulah kalau ada pemasukan. Laporan adalah fondasi kepercayaan. Beliau amat hati-hati soal iuran yang sudah terkumpul.
Pendapatan Naik, Pengeluaran Meningkat
Agak mengherankan, pendapatan tahun ini cukup signifikan. Kalau dipersentasekan, 70% iuran warga naik. Menggembirakan, tentu saja. Tingkat kelunasan adalah sinyal kesadaran masyarakat yang naik juga. Kalau sebelumnya, hanya beberapa nama yang tercatat melunasi. Tahun ini cukup berjejer nama-nama baru yang naik tingkat.
Di sisi lain, alokasi dana yang di pos cukup banyak sehingga membuat kami agak kerepotan. Donatur tetap ada; ada juga yang baru, sehingga ini menambah keringanan pikiran.
Besek Warga
Pembagian besek selalu menjadi hal utama jama'ah datang. Apakah akan merata? Mungkinkah mendapat besek yang padat isinya atau pulang membawa harapan—alias zong?
Panitia bekerja keras untuk memastikan semua mendapatkan perlakuan yang layak. Data masuk dari tim di lapangan: ada 3100 besek dan 250 ember yang dikumpulkan dari warga. Ditambah estimasi berkat yang dibuat panitia. Keseluruhan berkat sekitar 4.000 buah.
Semua telah dibagikan kepada jamaah secara merata. Itu pun panitia kembali membuat. Prediksi panitia ada sekitar 4.000 jamaah yang hadir. Baik dari anak-anak, orangtua maupun manula.
Syukur kepada Allah, meskipun proses dan jalannya diwarnai sorak yang memekakkan panitia, semua berjalan dengan baik.
Qori dan Mubalig Muda
Tahun ini, entah kebetulan atau apa, pengisi-pengisi acaranya sama-sama muda. Ganteng dan pastinya berprestasi. Sekilas aku dengar banyak yang terpesona.
| Qori Ustaz Ozi Fahrurozi. |
Mubalig pun menyampaikan kajian dengan penuh canda dan berbobot. Di usianya yang masih muda, beliau mencapai kedudukan yang mulia. Inspiratif sekali.
| Kiai Jures dari Kramat Watu |
Tanggapan dari Jama'ah
"Lamun maneh asup ka surga, ulah poho tarik urang," kata seorang Kiai kepada ketua panitia.
"Naon maksudna Pak Kiai? Boroning asup ka surga, jadi abdi mah jelemah kie," jawab ketua merasa belum paham.
"Sebab acara iye pi jalanen ka surga. Iye sabab asup ka surga," jelas kiai yang dikenal tegas dan berani itu. Ketika ketua menceritakan padaku, terlihat di wajah beliau rasa puas.
"Mantap, keren, dan hebat. Semoga menjadi contoh untuk kampung lain dengan kekompakannya," kata Bu guru berprestasi yang hadir dan sempat aku tanya terkait tanggapannya.
Pesan dan Kesan
Tentu saja, suara dan kesan lain sempat aku dengar. Semua itu, serasa mengobati rasa mumet dan lelah satu bulan ini detik menguras tenaga. Aku percaya ketika Allah bilang, sesungguhnya setelah ada kesulitan pasti ada kemudahan.
Setiap ada masalah, akan selalu ada ribuan solusi menanti di depan. Paling penting dari semuanya adalah yakin. Yakinkan juga niatnya untuk mendapatkan ridha dar Allah.
Sungguh capek kalau segala kebaikan niatnya hanya untuk dipuji dan untuk kepentingan duniawi. Untuk itu, kami berusaha meniatkannya untuk Allah sebagai bentuk ta'dim dan takrim kami pada Nabi Muhammad saw.
Penutup
Kami sudah berusaha secara maksimal agar semua berjalan dengan baik. Kami berusaha menampung aspirasi warga dan mengimpelementasikan dengan penuh kesungguhan. Namun, kekurangan dan ketidaksempurnaan tak bisa kami rencanakan.
Oleh karena itu, segala kekurangan itu kami terima sebagai evaluasi bagi diri kami agar menjadi insan yang lebih baik lagi. Semoga menjadi pembelajaran untuk pengurus selanjutnya, siapa pun nanti yang terpilih.
Akhirnya, hanya kepada Allah kami berharap dan menyerahkan semua kepada-Nya atas ikhtiar kami dan seluruh masyarakat Tegal. Semoga menjadikan itu wasilah kami mendapat syafaatul 'Uzdah dari Nabi Muhammad sallallahu wa sallam. Wallahu'alam. (**)
Dokumentasi panitia:
Pandeglang, 30 Agustus 2026 21.30
0 Komentar
Menyapa Penulis