| dokpri. |
Kembali lagi mengurusi berkas-berkas. Satu tahun rasanya begitu cepat, baru saja kemarin belajar terbata-bata terkait administrasi. Sekarang berlanjut lagi ke tahap meningkatkan keahlian diri. Tumpukkan kertas itu, bukan sekedar kata tanpa arti.
Ada tangung jawab juga amanah yang dipegang.
Kembali lagi mengurusi berkas-berkas. Satu tahun rasanya begitu cepat, baru saja kemarin belajar terbata-bata terkait administrasi. Sekarang berlanjut lagi ke tahap peningkatan keahlian diri. Tumpukan kertas itu bukan sekadar kata tanpa arti. Ada tanggung jawab juga amanah yang dipegang.
Melihat kembali lembaran-lembaran ini, hati ini dipenuhi rasa syukur. Syukur karena masih dipercayakan ruang untuk berkarya, diberikan kesehatan untuk bertahan, dan dikelilingi kesempatan untuk terus membenahi diri. Proses yang dulu terasa awam dan membingungkan, perlahan kini menjadi pijakan yang makin mematangkan langkah.
Namun, rasa syukur tak boleh berhenti jadi sekadar kelegaan. Amanah yang makin besar menuntut kualitas diri yang juga harus naik kelas. Lembar demi lembar administrasi ini adalah pengingat bahwa keahlian tidak boleh jalan di tempat. Belajar bukan lagi pilihan, melainkan sebuah kewajiban agar tanggung jawab ini benar-benar tertunai dengan baik.
Perjalanan ini masih panjang, dan tumpukan berkas ini adalah saksi bisu perjuangan hari ini. Semoga rasa syukur selalu menjadi penenang saat lelah, dan semangat belajar menjadi pematik untuk terus melangkah lebih jauh.[]
0 Komentar
Menyapa Penulis