Merasa Diteror--eror



dokpri.


Lima hari ini saya merasa diteror. Setelah mengisi kajian rutin di grup, ada beberapa yang japri langsung ke WA. Ada yang memang ingin bertanya, karena tidak sempat—lebih tepatnya malu—akhirnya bertanya langsung.

Ada yang hanya say hello saja. Mungkin ingin memastikan apakah saya manusia sungguhan atau AI yang selama ini kerap membuat netizen terkecoh. Terlalu memang, orang segede gini masih dipertanyakan kehadirannya. Hihi.

Ada justeru yang mengundang saya untuk mengisi kajian di grupnya. Ingin saya tolak, tapi tidak enak hati. Akhirnya saya terima. Diberilah saya tanggal sekian untuk mengisi. Temanya apa dan hari apa.

Saya juga dimasukkan ke grup tersebut, yang agak janggal. Anggotanya ada lebih dari 50 tanpa ada komunikasi. Hanya admin yang boleh mengirim di grup karena dikunci. 

Kajiannya tiap malam. Lucunya, tidak ada link yang dibagikan di grup. Peserta kajian hanya yang dipanggil oleh admin. Iya, kalau adminnya sangat dekat anggotanya, kalau tidak.

Akhirnya, peserta yang datang pun saat kajian hanya beberapa jiwa saja. Jadi, serasa gimana, menyampaikan kajian serasa gak ada yang mendengarkan. Mulut hampir berbusa, eh, yang mendengar tanpa respons.

Menurut saya, aneh.

Singkatnya, saya memilih untuk keluar dari grup tersebut. Demi kenyamanan diri. Daripada terus masuk ke dalamnya tapi mental saya efek terancam. Lagian, tiap hari mengisi kajian, dikira mudah apa membuat teks ceramah?

Terus, tiap hari mengadakan kajian, apa pematerinya tidak merasa terganggu, ya? Atau, apakah si pendengarnya merasa enjoy?

Sebab, saya perhatikan, tiap kajian yang hadir tidak lebih dari 4 orang. Tentu saja ini bisa jadi indikator awal, ada hal yang perlu dibenahi. Segala sesuatu yang berlebihan itu tidak selalu baik. Meskipun baik untuk kita, tidak melulu baik untuk orang lain.

Oleh sebabnya, saya berpikir, apakah saya terlalu baper saja? Atau memang, ia saja terlalu over mengatur jadwal harian. Entahlah, aku tidak tahu. (***)

Pandeglang  9 September 2016    23.56

Posting Komentar

0 Komentar