Mencintai Itu Tentang Dirimu

Semua memang harus begini. (sumber: Pixabay.com)


Aku sayang kamu.

Ya, kata yang mudah untuk kita ucapkan. Kata yang mudah dipahami. Tapi kamu sadar, di balik itu ada beban rasa yang harus kamu tanggung.

Banyak orang berkata, mencintaimu itu tentang dirimu, bukan tentang orang. Mungkin kamu memang mencintai dia dengan segala kelebihan dan kekurangannya, namun kamu sadar di balik jiwanya ada karakter yang memang ada pada dirimu.

Misalnya, dia setia. Kamu juga tipikal setia, bukan tiap tikungan ada hati yang bersemayam di dada. Murni satu hati untuknya saja. Seberat apa pun prosesnya, kamu ingin terus memperjuangkannya.

Dia mau memahamimu dengan segala tingkah yang kerap membuat orang lain jengkel. Dia tidak ingin selalu memahamimu. Karena baginya, kamu adalah bagian dari dirinya yang perlu dipahami.

Atau dia di mata orang lain kerap dianggap minus. Entahlah, di matamu ia selalu sempurna. Kamu tahu semua tentangnya karena melihat apa yang orang lain lihat. Merasakan apa yang orang lain rasakan.

Semakin ke sini, akhirnya kamu tahu: mencintai itu menyatukan dua perbedaan yang nyata. Kalau kamu ingin lekat dan kuat bersama orang yang kamu cintai, bukan fokus pada apa kata orang tentangnya, melainkan pada seberapa terbukanya dia terhadapmu.

Karena semakin banyak orang percaya padamu, kamu tak harus bertanya apa saja tentangnya. Dengan sendirinya, ia akan membuka dirinya sendiri padamu. 

***

Kisah yang penuh kasih

Aku ingin sekali membandingkan kisah cinta kita dengan kisah cinta orang lain. Aku pun ingin membandingkan kisah cinta orang lain dengan kisah cintaku. Karena cepatnya hubungan orang sampai di fase serius, itu mengalami kisah seperti kita. 

Lika-liku hidup yang berat.

Bedanya, mereka sampai di pelabuhan lantas berlayar ke samudera yang jauh. Kita baru saja sampai di pelabuhan, namun belum mampu berlabuh di pelabuhan yang luas itu.

**

Mungkin Harus Begini

Aku tidak tahu awalnya, mencintaimu akhirnya begini.

Kalau aku tahu, aku tak ingin mengenalmu kalau hanya begini. Karena begini, aku menabung rasa dan angan yang berat. Membuatku jatuh di jurang pengharapan.

Aku tak ingin menyalahkan waktu.

Pada akhirnya, aku tahu kamu adalah anugerah istimewa untukku. Dengan mencintaimu, aku merasa menjadi manusia yang istimewa. Dicintaimu memberiku semangat menggelora yang tak kudapat sebelumnya.

***

Selamat, sayang, untuk semuanya.

Pandeglang, 14 September 2026

Posting Komentar

0 Komentar