Belajar dari Kisah Nabi Yusuf

 Aku baru saja membaca kisah Nabi Yusuf As,. Kisah yang fenomena dan sungguh memikat. Aku ingin menceritakan kembali apa yang aku baca setelah selesai dibahas oleh Imam Thabari dalam sejarah kita. Lebih lengkapnya, silakan lanjut dibaca.

Berawal dari Mimpi

Al-Qur'an sendiri di surat Yusuf mengawali kisah Nabi Yusuf alaihi salam dengan mimpi beliau perihal tujuh bintang dan matahari bersujud kepadanya.

Mimpi itu berkesan makanya diceritakan kepada ayahnya tercinta, nabi Yakub alaihi salam. Sebagai ayah beliau menafsirkan mimpi itu sebagai isyarat, kelak anaknya akan menjadi orang agung di masa mendatang.

Oleh karenanya, kepada Yusuf kecil, ayahnya berpesan agar tidak menceritakan kepada saudaranya yang sebelas orang. Beliau takut itu akan membangkitkan rasa iri di hatinya. Bukan tidak mungkin agar berbahaya terhadap keselamatan putera tercintanya tersebut.

Siapa nyana, ternyata obrolan dua manusia mulia itu sempat didengarkan oleh saudaranya Yusuf kecil. Setelah itu disampaikan kepada saudaranya yang lain. 

Benar saja, mendengar kisah itu saudaranya merasa iri dan dengki. Mereka tidak terima, kalau yusuf mulia, lantas bagaimana mereka? Bukankah mereka juga anak yang sama dengan yusuf, lantas kenapa tafsiran ayahnya seolah mendiskreditkan hadirnya mereka?

Makar Membunuh

Dibakar rasa iri, salah seorang saudaranya memberi saran agar membunuh saja yusuf. Bukanya dengan begitu selesai urusan tersebut.

Jadi mereka tak usah ribut-ribut lagi dengan hadirnya. Bisikan setan nampaknya makin jelas menutupi kesucian nurani buah hati nabi Yakub tersebut. Didikan juga pengajaran baik ayahnya tertuyp oleh rasa iri.

Ini membuktikan, siapa pun tidak bisa bebas dari rasa dengki dan iri. Sekelas anak Nabi saja begitu, nah bagaimana dengan ini. Ini sungguh jadi renungan untuk kita. Selain itu, tentu saja ini jalan takdir Allah kepada Nabi Yusuf alaihi salam.

Membuang Ke Dasar Sumur Tua

Suadara nabi Yusuf lain tidak setuju. Baginya membunuh adiknya itu terlalu ekstrim. Benar itu bisa menyelesaikan masalah. Tapi bagaimana dengan beban nurani mereka nantinya?

Ia mengusulkan, kenapa tidak membuang saja Yusuf nuda ke sumur tua. Suruh dia masuki ke sumur untuk mengambil air, nanti kita tinggalkan di dasarnya.

Biarlah dia dipunguit oleh pengembara lain. Biarlah ia dijual atau dijadikan budak. Saran itu disetujui oleh saudaranya. Direncakan kapa bisa membawa adiknya itu? 

Dengan alasan berburu mereka meminta izin kepada ayahnya agar bisa membawa adi tercnta itu. Nabi Ya'kub sangat keberatan dengan izin tersebut. Beliau merasa, perginya Yusuf adalah pelipur lara hatinya.

Namun, kakak-kakanya yang lebih tua terus membujuk. Dengan berat hati, beliau mengijinkan. Sebelumnya diberi pesan dan saran agar menjaga keselamatan Suadarnya .

Dijuul Sebagai Budak

Posting Komentar

0 Komentar