Asa Sakit

 Tadi malam badanku menggigil tak karuan. Terasa setelah salat isya. Terkoyak-koyak seolah sehabis kerja berat. Padahal aku beraktivitas seperti biasa. Melakukan apa yang biasa dilakukan. Namun, badanku terasa nyeri, tulang ngilu, dan butuh asupan energi. Malamnya aku dikerok adikku dan paginya berobat ke puskesmas. Otomatis siang tadi aku istirahat total terbius obat yang diberikan Ibu dokter.

Di saat sakit ini, aku merasa apa artinya hidup dengan segala keinginan yang dicari. Hidup ini singkat. Kalau Izrail lebih dulu menyapa, semua cita-cita kandas. Syukur punya bekal cukup untuk hidup di alam sana, kalau tidak, semu akan jadi fatamorgana belaka.

Namun, aku tak ingin diam saja. Beberapa hari ke depan ada agenda untuk PHBI di kampungku. Selain itu, ada serangkaian jadwal harian yang sudah terjadwal. 

Maha kuasa Allah. Hari ini diberi kekuatan; saat diberi rasa sakit, maka hilang semua kekuatan tersebut.

Posting Komentar

0 Komentar