| sumber: TVOne |
Tadi pagi aku menonton di TVone. Ada peritiwa pembunuhan di Bandar Lampung, tepatnya di Panjang, dilakukan oleh dua pelanggannya terhadap mucikari yang marah karena tarif untuk berzina terlalu mahal. Ia yang marah lupa diri sehingga menghabisi nyawa korban. Setelah korban mati, ia kabur ke Jawa. Namun, pihak polisi bergerak cepat. Pelaku ditangkap di Pelabuhan Bakauhuni ketika akan menyeberang.
Proses kematian yang tragis dan amat menyesakkan dada. Kita bisa menyimpulkan seperti apa dan bagaimana perspektif Islam melihat peristiwa kematian tersebut. Tentu saja tulisan ini bukan untuk menghakimi korban, tapi untuk mengetahui hikmah apa yang dapat kita ambil dari peristiwa tersebut.
Namanya kematian, ya, tetap saja kematian. Akan tetapi, kita bisa berusaha untuk menjemput dengan kematian yang baik. Maksudnya ikhtiar berada di tempat yang baik dan dalam aktivitas yang baik. Memang itu bukan jaminan yang pasti, karena kematian adalah rahasia Ilahi. Kita sebatas berusaha. Lagi-lagi soal kepastian adalah hal pro-regiatif Allah.
Oleh karenanya, peristiwa kematian di atas sebenarnya cermin untuk kita, siapa pun bisa ujung hidupnya baik atau buruk. Meminjam istilah Ustaz Jojo, kita ingin sejarah hidup kita mati saat bermaksiat atau di tempat mulia; maka usahakan semampu kita berada di tempat baik. Bersunguh-sungguhlah. (**)
Pandeglang, 2 April 2026 09.57
0 Komentar
Menyapa Penulis