| Kejutan dari orang baik, alhamdulillah. |
Sudah malam, ya, sudah waktunya tidur di malam kedua puluh Ramadan. Aku ingin bercerita soal kejutan. Tadi, untuk tiap imam tarawih, dikasih sarung. Kebetulan aku juga dapat, alhamdulillah.
Namun, aku berpikir juga: artinya pemberian ini apa?
Bersyukur pasti. Hanya terselip tanya, ternyata di balik ini ada "beban moral" yang aku tanggung. Panggilan imam itu tidak main-main; harus penuh tanggung jawab. Ada risiko yang dipikul dan itu tidak hanya dimensi dunia saja. Ada keterusan di akhir masa.
Padahal hanya sarung. Ternyata di balik sarung itu ada tanggung jawab dan pesan berat yang perlu dipikul. Ini bukan soal kamu dihargai, tapi soal kamu harus berusaha tampil baik, sopan, dan bijaksana dalam mengejawantahkan nilai-nilai keislaman.
Meski pun lingkupnya hanya sekampung sih, ternyata memang gak main-main. Ada perspektif baru juga yang aku pahami: kita harus bisa membedakan mana keburukan dan bagaimana kita membenci keburukan.
Ternyata, kita diajarkan untuk membenci sifat keburukan, tapi tidak selalu membenci pribadi orang buruk tersebut. Dia manusia yang bisa salah dan benar, maka ketidakbenaran itu harusnya kita bantu untuk ia menjadi lebih baik, bukan sebaiknya kita abaikan dalam kehidupan. Tidak mudah memang, namun kita perlu terus belajar dan berlatih melakukannya. []
Pandeglang, 11 Maret 2026 00.52
0 Komentar
Menyapa Penulis