| Potret Resepsi Bang Fadel/dokpri. |
Kemarin sore aku hadir di pernikahan si Abang. Namanya Fadel. Itu pernikahan perdananya di usia yang cukup. Ia anak si Uda, tetangga di pasar yang tokonya berdekatan. Sama si Abang ini memang udah dekat. Kerap banget ngobrol dan saling ejek begitu. Selepas kuliah, dia diajak om-nya kerja di Jakarta.
Sesama mantan jomblo dan berduyun datangnya undangan dari teman serta sejawat, itu sering banget buat kami saling mengejek. Terutama ke aku, yang secara usia memang agak terpaut. Hal itu wajar saja dan memang bagian dari komunikasi pergaulan.
Namun, keadaan berputar; nasib berjalan sebagaimana takdirnya. Kemarin ia duluan menikah dengan orang yang sayanginya. Saat aku konfirmasi ke tetangganya yang ada di tempat acara, ya, sesama anak Minang, katanya. Sudah begitu tradisi yang ada di tempat kelahirannya.
Aku sering mendengar keluhan orang yang membandingkan dirinya dengan nasib orang. Orang lain sudah dapat ini; orang lain sudah di tahap itu; lah aku begini-begini saja. Tergambar pekat ia melihat kabut di masa depannya sekarang.
| Kiriman foto darinya. |
Tiba-tiba aku ingat ia nun jauh di sana, dan obrolan kami sebelum tidur,
"Sepupu aku sudah di pelaminan saja, Cin, lah, kita kapan?" Aku pun tergagap melihat langit yang terasa gelap. Hihi. (**)
Pandeglang, 13 April 2026 16.53
0 Komentar
Menyapa Penulis