Catat! Ternyata Bengong Itu Bagus Untuk Kesehatan Otak

Ilustrasi orang tengah bengong. (Pixabay.com)

 Ketika membeli rokok di salah satu agen sore tadi, aku terbengong. Ya, aku terbengong. Sengaja. Hape memang ada, tapi sengaja tidak aku jamah. Lagian tidak ada orang yang harus aku hubungi. Aku hanya bengong melihat kesibukan orang-orang di seberang jalan ruas Pandeglang-Serang. 

Aku pun melihat hilir mudik kendaraan roda dua dan roda empat berjalan dengan teratur. Apalagi di momen ketika seorang ibu yang sepuh yang anaknya memapah di sampingnya mau menyeberang jalan. Tiba-tiba ada sebuah mobil berhenti memberi kesempatan kepada keduanya untuk berjalan. Bagiku, itu otentik luar biasa. Apalagi si bapak di dalam mobil itu seorang pegawai pemerintah, terlihat dari pelat merah di mobilnya.

Teladan baik.

Dengan begitu, aku melihat dunia di sekitarku lebih hangat dan hidup. Aku tahu rahasia ini setelah menonton podcast seorang profesor muda dari Padang yang mengajar di Brunei. Beliau mengatakan, kita perlu untuk dan butuh bengong. Untuk apa? Me-refresh otak. Aktivitas itu bagus untuk kesehatan otak.

Kok bisa? ya, tentu saja. Kebanyakan kita ketika diam, atau di kendaraan, atau menunggu sesuatu lebih memilih memainkan hape. Ya, kita ingin terlihat sibuk, seolah dengan itu lebih baik. Padahal kita tidak ngapa-ngapain kok. Kita main hape paling banter buka konten-konten yang gak melulu berkualitas.

Tahukah kamu, itu menguras energi. Itu kenapa otak kita sering merasa cepat lelah dan merasa capek. Pengaruhnya pasti pada tubuh. Pikir kita daripada diam, mending membuat kesibukan. Tanpa disadari, itu membuat otak terus dibebani tanpa istirahat yang cukup. 

Bengong atau melamun (daydreaming) ternyata bermanfaat bagi kesehatan mental, seperti mengurangi stres, meningkatkan kreativitas, dan membantu pemecahan masalah. Saat bengong, otak mengaktifkan default mode network (DMN) yang memungkinkan otak bersantai, memproses informasi, dan menyimpan memori jangka panjang. Ini sebagaimana penelitian di University of Oregon, Amerika Serikat. (Hello sehat, 2026).

Ternyata, selama ini kita memahami bahwa bengong itu kurang produktif.  Memang benar kalau bengong berlebihan itu berbahaya. Dalam bahasa medis disebut maladaptive daydreaming, yakni sebuah aktivitas melamun berlebihan. Ini berbahaya karena mengganggu kegiatan kita sehari-hari. Berbeda hal kalau kamu punya tujuan dan batas.

Namun, kalau itu masih di batas normal, misalnya kita menunggu antrean, atau menunggu kereta di stasiun, atau hal lain yang memungkinkan. Kita butuh sejenak untuk bengong. Kita butuh untuk tidak ngapa-ngapain saja. Simpan hape. Lihat lingkunganmu. Nikmati kamu sebagai bagian dari rumus kehidupan.

Banyak orang bilang, kenapa kalau lagi di toilet banyak sekali ide berkeliaraan. Ternyata medis menemukan jawabannya, yakni bengong itu jeda otak kita dari aktivitas yang menjemukkan. Makanya, di kalangan penyuka sastra terkenal istuilah kalau lagi ke toilet sering berujar: lagi mau cari imajinasi. Sekarang kita tahu cara kerja otak.

Bukan karena di toiletnya saja, sih, tapi lebih kepada bengongnya itu. Justru tanpa kita sadari, bengong sering melahirkan banyak imajinasi, ide dan gagasan. Bahkan ada temuan di salah satu universitas, katanya, orang yang lagi bengong di layar komputer lebih bagus karyanya dibandingkan dengan mereka yang terlalu serius menatap layar. Kecurigaan aku mungkin buat dia stres duluan.

Sampai di sini, perlu kamu coba juga aktivitas mudah ini: bengong. Kita bengong agar lebih sehat daripada sok sibuk agar terlihat punya kerjaan. Di antaranya, kalau lagi bicara sama orang, simpan hapenya. Selain buat kamu tak fokus, itu juga tidak baik secara etika.

Kalau dalam Islam, kita mengenal bengong sebagai tafakur atau muhasabah diri. Yakni, diam untuk merenungkan peristiwa yang kita saksikan atau kejadian apa untuk dicari hikmah di baliknya. Itulah kenapa ada keterangan dari Nabi yang berbunyi: tafakur sesaat lebih baik daripada ibadah setahun. Di riwayat lain 70 tahun. Singkatnya, bengong itu baik asal tahu tempatnya.

So, penulis tidak sedang mengajak kamu untuk selalu bengong, loh, ya. Namun, agar kamu tidak merasa selalu sibuk, selalu bosan, selalu galau dan selalu tertekan jiwanya. Cobalah bengong, merenungkan dirimu, lingkunganmu, dan ciptaan Tuhan-Mu.  Merenungkan ayat-ayatnya di Kitab Suci. Wallahu'alam. (**)

Pandeglang, 13.05.26   23.22

Posting Komentar

0 Komentar