Kamu dan Buku

 

sumber: wikkitamus.com

Membaca itu tidak selalu membuat fresh. Terkadang bikin ngantuk. Ini penting aku katakan agar kamu berada di posisi ini tidak aneh. Bikin mood rusak. Bikin mengantuk dan bikin gak mau. Itu seperti kamu. Ya kamu, yang membaca tulisan ini. Kamu yang diam-diam membaca, tapi bingung mau berkomentar atau mau diapakan ini tulisan.

Misalnya, aku lagi baca buku yang tebalnya 800 halaman. Itu butuh effort banget. Harus terhafa dan fijys. Itu seperti yang kita perjuangkan, ya, fokus, tapi kadang bikin mumet juga.

Kata orang, membaca itu aktivitas orang kaya. atau orang terpelajar. Sedang menurut aku, itu aktivitas orang yang nyari kesibukan atau memang betul butuh pengetahuan untuk mengobati keinginanmu. Segala sesuatu harus diungkapkan, katanya, ya, begitu juga kamu dan semua perasaan yang ada.

Membaca kadang seperti itu. Kalau mau isinya dan bisa mengecup madunya, kamu harus mau turun dan menggali dengan penuh kesungguhan. Kalau cuma lihat, kamu hanya membayangkan. Itu cuma imajinatif saja. Iya, tidak bisa membuahkan apa-apa.

Buku itu lautan pengetahuan yang dalamnya pasti luas. Keluasaan itu akan diketahui kalau kamu tenggelam di sana. Dengan begitu, ada berbagai rasa dan keterkejutan yang kadang bikin penasaran. Bukan tentang fisik, tapi tentang makna yang tersirat dalam torehan perasaan.

Kata orang, buku itu pembukaan cakrawala dan kamu pembukaan haru untuk memuaskan tanya. Katanya sih begitu. Aku tak tahu. Yang aku tahu, manusia ini memang unik. Kita diberi perasaan oleh Allah untuk menikmati anugerah tercinta di bumi, namun di saat yang sama Allah memberikan nalar untuk mengelola semua itu.

Ini menarik. Secara tidak langsung, Allah ingin memberitahu kita bahwa Allah Maha bijak memberikan kekuatan berpikir dan bersikap kepada kita, hamba-Nya yang kerap lalai dan besar diri dengan nikmat-Nya. (**)

Posting Komentar

0 Komentar