PAPUA
| Tampilan film dokumenter Pesta Babi yang tengah jadi sorotan. |
aku menangisimu dengan segala sadarku
saat tubuhmu yang kuat itu jadi ringkih
alat berat secara kasar
menusuk-nusuk nuranimu
aku malu, melihatmu
tanahmu kaya dengan segala potensi
seharusnya kamu ceria saja
nyatanya sampai kini
kamu terus diwarnai konflik
kepentingan semu
seteru sesama anak negeri
Papua, harum tanahmu terus mewangi
aku selalu percaya, seperti apapaun kenyataan
kamu tak akan goyah
kamu adalah semangat zaman
teladan untuk kami
anak-anak negeri yang sibuk dengan globalisasi
di sana,
kamu memikirkan perut terisi
akal yang ingin mandiri
kenyamanan dari sorak-sorak benci
inginmu.
Papua, maafkan aku yang lemah
sayangku memang untukmu,
seperti doa-doa terindah
itu yang mampu aku lakukan
inginku kamu seperti kami
listrik yang menyala di mana-mana
ekonomi berputar alami
sekolah tersebar mencerdaskan anak-anak negeri
para pemuda berseri menjungjung asa
Bukan cemas akan bunyi pistol dari segala lini.
meski pun aku selalu tahu,
di jiwamu tersimpan mutiara-mutiara bersinar
yang merasuk ke anak-anakmu yang potensial
cepatlah damai Papua
cepatlah tumbuh
jangan ada lagi darah tumpah
kamu tumpah darah Indonesia pula
merata jaya dan makmurnya
bukan hanya slogan
atau teriak para pembesar negeri
nyata, nyata, dan terasa
oleh semua warganya
Jangan menangis lagi, Papua.
Kami sayang kamu.
meski sekedar kata
---
Pandeglang, 19 Mei 2026 22.05
0 Komentar
Menyapa Penulis