Kita Punya Keresahan yang Sama

dokumentasi kemarin.

 Selesai juga menulis tugas kepenulisan untuk proyek buku, konten budaya lokal Pandeglang. Tiga hari ini serasa dipanggang. Bingung sekaligus cemas, bagaimana finis terkait bahan kepenulisan. Waktu yang mepet dan kesibukan di warung membuat harap-harap cemas.

Aku cek, baru tiga orang yang sudah setoran tulisan. Aku yakin, mereka sama denganku. Bukan memikirkan bahan, tapi bagaimana mengeksekusi bahan tersebut. Misalnya, format yang renyah agak tidak dituduh tulisan monoton itu bagaimana? 

Bagaimana pun tulisan ini artikel populer, yang katanya bisa dibaca banyak kalangan. Dari orang berderet gelar sampai ibu dasteran bisa memahami isi tulisan tersebut. Dari orang yang sibuk dengan beban rumah tangga agar tetap survive, sampai ke orang jomblo yang harap cemas dengan nasib rasanya terluka.

Aku yakin, kita sama. Ingin melahirkan karya, ya bisa dipahami pembacanya. Tulisan yang menggugah pembaca, syukur menggerakkan jiwanya agar datang ke situs yang penulis paparkan. 

Memang sulit.

Padahal seharusnya, aku tidak perlu merasa cemas dan bingung. Tiap hari menulis dan mengungkapkan keresahan di blog. Bukan barang baru menuliskan, apalagi tema yang sudah ada bahannya. Namun, ada saja sebab dan rintangan yang membentang. Kadang membuat mood kurang enak. Enaknya, pengen makan bakso semangkuk tapi ditraktir kamu? Hihi.



Aku sih hanya menyarankan, untuk kamu yang belum selesai menuliskan tugas tersebut. Yaitu, kumpulkan bahan yang cukup dan tuliskan secara sungguh-sungguh bahan tersebut sampai batas kamu bicara,

"Aku sudah maksimal berusaha, Ya Allah."

Kenapa ini penting?

Karena otak kita di desain untuk menilai apa yang kita pikirkan. Kalau kamu berpikir, ah karya saya jelek nih. Malas ah lanjut menulis. Yang lain pada bagus, lah aku, kok begini saja. Hasilnya, kamu akan tetap macet di tempat. Mampet dengan kecemasa diri.

Aktivitas menulis itu, bukan proses siapa yang paling bagus. Bagus atau tidaknya sebuah karya terlihat dari proses menuliskannya. Berangkat dari tujuan dan nilai apa. Terkadang, tulisan dianggap biasa, tapi di sana tersimpan ruh luar biasa tersimpan.

Oleh karenanya, di waktu yang sudah mepet ini, yakin dan percaya diri saja dengan karyamu. Lebih baik setoran toh, daripada tidak sama sekali. Urusan kualitas, biar nanti tugas panitia. (**)

Pandeglang, 24 Juni 2026   11.54 

Posting Komentar

0 Komentar