| ilustasri AI. |
Di Antara Rindu dan Garis Takdir
Ada debar yang tak kunjung reda
Saat nama dan bayangmu singgah tanpa jeda
Saat nama dan bayangmu singgah tanpa jeda
Hati condong padamu, merangkai tanya:
Haruskah rasa ini kusematkan dalam kata,
Ataukah cukup kuukir dalam doa?
Satu sisi ingin jemariku menorehkan rindu
Mengungkapkan debar yang kian membiru.
Namun di sisi lain, ada sabar yang menahan langkah,
Menjaga asa agar tak berujung lelah.
Mengungkapkan debar yang kian membiru.
Namun di sisi lain, ada sabar yang menahan langkah,
Menjaga asa agar tak berujung lelah.
Kita adalah dua arah yang diuji jarak
Di mana takdir menuliskan batas dan jeda yang bijak.
Maka, biarlah rindu ini kulebur dalam pasrah
Berusaha berjalan seiring takdir,
Meski harus mendekap sepi di ujung malam yang sunyi
Di mana takdir menuliskan batas dan jeda yang bijak.
Maka, biarlah rindu ini kulebur dalam pasrah
Berusaha berjalan seiring takdir,
Meski harus mendekap sepi di ujung malam yang sunyi
Pandeglang, 16/10/20 23.30
0 Komentar
Menyapa Penulis