Teratai Rasa yang Tak Lagi Meminta



Teratai Rasa yang Tak Lagi Meminta

Aku galau oleh harapan yang semu; 
Terlihat, tapi tak lagi disapa. 
Didengar, tapi tak lagi ditatap.
Hatiku goyah oleh imajinasi, 
Merasa paling istimewa karenamu.

Hingga akhirnya aku tersadar: aku biasa saja.
Bisa disapa, bisa pula diabaikan.

Tak lagi terasa kehangatan yang kemarin kita jahit di atas kain penuh noda, yang koyak oleh robekan.

Lalu kamu tahu?
Aku selalu menguntitmu,
Aku selalu menunggumu,
Aku selalu ingin menyapamu— 
Ingin menyambung tali yang sempat hangat di dalam jiwa.

Namun, siapa nyana, kini tak lagi sama.
Sebab ada jeda yang kita buka tabirnya,
Untuk sementara menjaga agar aku sibuk dengan duniaku,
dan kamu sibuk dengan pikiranmu.

Semuanya terasa berbeda,
Karena teratai rasa kini tak lagi meminta
kata-kata romantis.

Pandeglang, 16 Oktober 2026

Posting Komentar

0 Komentar