Pesan Almarhum Bapak di Mimpi

 

Aktivitas bapak kalau lagi baca buku atau baca wirid. (dokpri)

Rabu besok, tepat dua tahun bapak pergi. Insya Allah akan diadakan haul ke dua. Begitu cepat waktu berlari, rasanya baru kemarin bersama, siapa nyana dimensi begitu pekat memisahkan kami anak-anaknya. Tak terlihat lagi senyumnya. Tak terdengar lagi tawanya. Tak terdengar lagi nasihatnya.

Beberapa hari lalu adik perempuanku bermimpi. Dia anak bapak mimpi bertemu dengan beliau--karena secara emosional dia yang paling dekat-- seperti biasa mengobrol.

Di tengah obrolan itu, bapak masuk ke kamar mandi, lantas bilang, "Ini 'stop kontak' harus dibenerin, bahaya. Nanti bisa nyetrum!"

Sebelumnya memang stop kontak itu bermasalah. Terus terbakar sampai menimbulkan percikan api. Pernah dibenerin sama tetangga, tak lama mati. Dibenerin lagi sama adikku, alhamdulillah baik. Cuma ala kadar karena waktunya mepet ke magrib.

Kata-kata bapak itu sebuah pesan, telah di alam sana saja ternyata masih peduli. Hal ini mengingatkan aku juga, beberapa waktu saat setelah bapak wafat, pernah bertemu di mimpi. Di mana di mimpi itu bapak berkata,

"Kebiasaan, kalau gak ada bapak aja, pintu lupa di kunci," katanya begitu.

Aku sempat bertanya-tanya di mimpi itu, bukannya bapak sudah meninggal ya, lah kok masih bisa bicara dan apa arti kata-kata bapak itu. Tak lama aku pun terbangun. Entah kenapa aku langsung terbangun dengan tergopoh-gopoh mengecek, apa benar isi mimpi.

Dan ternyata.... benar kunci belum dikunci!

Illahi rabbi, memang benar ternyata orang mati lebih peka daripada yang hidup. Secara jasad mungkin telah pergi, tapi ruh mereka tetap terjaga dan menyaksikan dan melihat keluarganya. Bagaimana keadaannya, apa tetap berjalan di jalan yang benar, apa kebaikannya makin baik atau sebaliknya kembali ke jalan yang penuh celaan agama.

Ada pun menyoal bisakah ruh kita bisa bertemu dengan orang meninggal dan pandangan syara' bagaimana, di kitab ar-ruh-nya Imam Ibnu Qoyyim jelas dipaparkan itu bisa saja terjadi. Bahkan di sana dinukilkan dalil pun contoh peristiwa yang pernah terjadi. Artinya, bertemu dengan bapak di mimpi mungkin saja berarti dan itu bukan sekedar bunga tidur. 

Semoga bapak damai di sana. Cerah kuburnya dan lapang jiwanya dengan kucuran rahmat dari-Nya. Kami anaknya bisa meniru amal baiknya dan moga bisa meng-ejawantahkan nilai baik yang beliau perjuangkan semasa hidupnya. Lahu, al-fatihah! (**)

Pandeglang, 16 Desember 2025   23.05

Posting Komentar

0 Komentar