Puasa Kesembilan Ramadan 2026: Kejadian Tak terduga!

sumber: UMS Solo.

 Ada kejadian agak lucu tadi ketika salat tarawih. Masa iya pas jadi bilal terjeda karena pengen pipis. Meski ditahan-tahan, memilih harus menyerah. Di rakaat ke-12, akhirnya memilih kalah dan lari ke kamar mandi. Dan itu agak bikin perhatian. Aku pun agak belepotan pas jadi bilal.

Aku jadi berpikir, ternyata kita bisa menyiapkan sesuatu, tapi keadaan tak memungkinkan untuk itu. Degdegan iya pasti. Sensinya mungkin itu. Kita melakukan hal yang sebenarnya sudah biasa dengan suasana jiwa yang kurang mendukung.

Aku jadi ingat cerita Buya Hamka, sepulang dibebaskan dari tahanan politik di rezim Bung Karno. Buya di penjara karena dituduh sebagai penghianat bangsa. Teman baiknya itu memenjarakan Buya karena kritis dan berbeda haluan pilihan politik. Padahal keduanya adalah teman seperjuangan di masa Revolusi dulu. Pernah berikrar sebagai saudara. Namun lagi-lagi, politik membuat itu jadi bias.

Buya saat mau tampil di panggung amat besar itu, bilang ke isterinya, apa iya masih bisa bicara di panggung seperti dulu? Isterinya menguatkan dan berkata beliau selalu bisa bicara. Tahanan di lapas tidak lepas membutuhkan hilangnya kepercayaan diri. Dipikir-pikir, beliau masuk penjara bukan karena "berbuat kriminal", melainkan "dituduh kriminal" oleh mereka yang tak sejalan dengan pikirannya.

Tentu saja terlalu jauh menarik peristiwa lucu kemarin dengan masa juang Buya Hamka itu. Namun garis besarnya, terkadang keadaan tak selalu sesuai ekspektasi. Ketika itu terjadi, kita bukan cemas, tapi sekuat tenaga tetap jadi seperti biasa. Menjadi intenitas kita yang percaya pada kemampuan sendiri. Wallahu'alam. (***)

Pandelang, 28 Februari 2026  11.52

Posting Komentar

0 Komentar