S |
| Ilustrasi dari KUPASS. |
Alhamdulillah ala kulli hal, tigapuluh hari akhirnya terlunasi. Di ujung puasa hari ini lumayan bikin tubuh kuyu lagi lemas bukan main. Di sela kesibukan, harus bolak-balik belanja di tengah cuaca cukup ekstrem yang membakar tubuh yang lesu. Namun, urusan perut dan nasib hidup memang perlu perjuangan.
Di jalan menuju pulang, saat matahari lagi gila-gilanya memanasi maya pada. Tak jauh dariku ada yang sedang merokok dan ngopi, dan memang banyak pedagang yang terbuka kok jualan. Jadi mau gimana, antara menahan sebal dan serba salah.
Meski pun pandanganku terkait orang yang tidak puasa sekarang tak terlalu ekstrem seperti dulu. Aku memang tidak nyaman melihatnya, tapi aku pun belajar memahami dari sudut pandang lain. Dalam agama kan jelas diterangkan, ada beberapa orang yang tidak boleh puasa dan diberikan kelonggaran terkait itu.
Selain usia. Ibu menyusui dan ibu hamil. Jua para sepuh yang sudah tidak kuat menahan nafsu jiwa. Aku pikir kamu lebih tahu daripada pemaparan ini. Yakni, para pekerja lapangan yang keras punya hak untuk hidup dan wajar meminta haknya. Mereka ternyata diberikan keringanan untuk tidak puasa, namun nanti wajib qodo puasanya.
Bisa saja orang yang aku lihat itu termasuk yang punya rukhsah, hanya saja aku tidak tahu. Atau mungkin alasan lain yang logis. Oleh karenanya, aku berlepas tangan dari caci maki. Kalau benar sangkaku, semoga pahalanya berlipat ganda. Kalau pun salah anggapanku, semoga ia menyadarinya dan mau memperbaikinya nanti. Ke depan agar lebih baik.
Semoga tahun depan bisa ketemu lagi di hari dan bulan mulia. Selamat berjalan Ramadan. Selamat Hari Raya untuk semua saudara seiman di mana pun ada. Semoga amal puasa kita diterima sebagai amal ikhlas karena-Nya. (**)
Pandeglang, 21 Maret 2026 00.59

0 Komentar
Menyapa Penulis