Di Sepuluh Akhir Ramadan, Apa yang Kamu Cari?

 

sumber: Jagokata

Sebagaimana dimaklumi, sepuluh hari di bulan Ramadan adalah detik-detik yang amat istimewa. Sebab di malam itu terselip malam yang lebih baik dari delapan puluh tahun; di hari itu ada ribuan malaikat memuliakan Sang Pencipta dan mereka yang terjaga memeluk dalam kepatuhan. Terlalu banyak dalil memaparkan itu. 

Idealnya memang, kebiasaan Rasulullah yaitu iktikaf di masjid selama sepuluh hari di masjid. Di sana kita melakukan ketaatan di dalam masjid, siang malam. Tidak boleh keluar Masjid, kecuali ada uzur. Begitulah yang sering dibahas di kajian seputar malam Lailatul Qodar

Bahkan, menurut para ulama, di malam-malam itu udara terasa sejuk. Alam terasa sunyi. Konon, air yang mengalir saja berhenti secara fantastis. Dalam Surat Al-Qodar, secara eksplisit Allah menjelaskan bahwa malam itu lebih baik dari seribu bulan.

Di malam itu turun malaikat Jibril dan lainnya atas izin Allah. Kita meyakini Al-Qur'an yang kamil yang Allah turunkan pada malam Lailatul Qadar ini. Singkatnya, betapa mulia dan istimewanya malam ini.

Untuk itu, kita paham, karena amat mulia malam ini hanya orang tertentu yang mampu menemukannya. Orang pilihan di antara yang istimewa. Meski pun begitu, oleh guru-guru kita diajarkan di setengah bulan Ramadan tiap rakat tarawih membaca Surat Al-Qodar sebagai upaya untuk mendapat barakahnya malam mulia ini.

Lantas, bagaimana kita sebagai orang awam?

Maksimalkan ibadah kita tiap hari. Apa saja itu dan bagaimana caranya? Usahakan ikhlas, semua karena Allah, dan berharap ridha dari-Nya.

Kesimpulannya, kapan pun dan bulan apa pun yang kita cari adalah keridhoan Allah. Itu bisa tercapai dengan kita tahu ilmunya dan sungguh-sungguh mengamalkannya. Semoga. Wallahu'alam. (**)

Pandeglang, 15 Maret 2026   22.29

Posting Komentar

0 Komentar