Selesai Novel Baswedan Muncul Lagi Andrie Yunus


 Video penyiraman air keras ke wajah Andrie Yunus terus menjadi bahan obrolan menarik publik. Peristiwa yang terjadi pada Kamis (12/3/20206) sekitar pukul 23.00 WIB. Sepulang dari mengisi podcast, YLBH mengupas remilitansi dan judicial review di Indonesia.

Banyak sekali kecurigaan dan dugaan kenapa peristiwa itu terjadi. Sebabnya, Andri bukan orang pertama yang mengalami pahitnya vokal bersuara keadilan. Sebelum itu, kita masih ingat peristiwa  serupa pada 11 April 2027 kepada penyidik senior KPK.  Beliau disiram air keras oleh orang tak dikenali sepulang salat subuh.

 Masa itu, publik gaduh cukup keras mengecam sekaligus menuntut pelaku utama di baliknya. Akhirnya pihak kepolisian menangkap pelaku di balik kasus keji itu, yang ternyata anggota polisi aktif. Meski pun vonis hakim masih menimbulkan tanda tanya. Meski pun kondisi mata beliau tak lagi normal, mungkin begitulah ganjaran "yang pas" untuk penyiram air keras tersebut.

Begitu pula ragam opini yang tersebar, lahir banyak analisis dari netizen. Pelaku memang pasti punya urusan dengan Andrie. Dan itu bukan pergaulan, diduga karena beliau begitu vokal mengkritik, bahkan bergerak nyata membendung ketakutan lahirnya kembali militeristik ala Orde Baru.

Sinyal itu terlihat dari masuknya beberapa TNI aktif ke pemerintah. Ini, dugaan netizen, menimbulkan ketidakobjektifan tubuh TNI karena cawe-cawe di pemerintahan. Bisa-bisa menggerus hak sipil di sana. Seharusnya, trauma yang terjadi selama pemerintahan Presiden Orba 32 tahun menjadi perhatian. 

Selebihnya memang masih dugaan belaka. Istilah "ada asap pasti ada api di dalamnya" dirasa relevan untuk memotret kasus yang terjadi pada pejuang HAM itu. Publik masih menunggu dan terus mengikuti perkembangan kasus ini. Dengan jelasnya gambar dua laki-laki di atas motor, diharapkan memudahkan pihak kepolisian menerka dan menangkap siapa pelaku tersebut.

Jangan sampai ini jadi blunder. Publik percaya di tubuh pemerintah dan Korps Bhayangkara masih tersimpan orang-orang jujur dan berintegritas yang selama ini luput dari perhatian kita. Oleh karenanya, semoga menjadi pembelajaran untuk kita agar lebih berhati-hati dan waspada terhadap makar kaum tak bermoral. ()

Pandeglang, 17 Maret 2026   01.51

Posting Komentar

0 Komentar